Home > Kesehatan > Si Pencuri Penglihatan

Si Pencuri Penglihatan

Berbicara penyakit mata, ada julukan “si pencuri penglihatan” untuk penyakit glukoma. Pasalnya penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala sampai pada fase terakhir, kecuali glaukoma jenis akut (tekanan bola mata tiba-tiba meninggi sehingga mata terasa sakit sekali). Glaukoma patut untuk diwaspadai karena hingga kini masih menjadi penyebab kebutaan nomor dua di dunia.

Gejala dan faktor risiko :  Pada fase lanjut glaukoma, gejala yang mungkin timbul ialah hilangnya penglihatan sisi samping, sakit kepala, penglihatan kabur, dan melihat pelangi bila sumber cahaya terang seperti lampu. Tapi yang paling penting adalah jika mengetahui faktor-faktor risikonya, antara lain umur, dengan semakin bertambah usia risiko glaukoma bertambah tinggi, tapi lebih banyak pada usia di atas 40 tahun.

Faktor kedua adalah riwayat keluarga yang terkena glaukoma,Glaukoma seperti orangtua dan saudara kandung. . Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai risiko enam kali lebih besar untuk terkena glaukoma, dengan risiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orangtua dan anak.

Selanjutnya adalah factor tekanan bola mata, yaitu tekanan bola mata atas di atas 21 mmHg berisiko tinggi terkena penyakit ini. Untuk mengetahui tekanan bola mata dapat dilakukan di rumah sakit mata atau dokter spesialis mata.

Faktor risiko lainnya adalah obat-obatan, bagi pemakai obat steroid secara rutin perlu berhati-hati. Maka apabila menggunakan obat ini dalam periode lama, sebaiknya juga memeriksakan ke dokter mata untuk melakukan pendeteksian glaukoma.

Riwayat trauma atau lebih awam disebut luka kecelakaan pada mata, memiliki penyakit diabetes, hipertensi, dan migren dapat menggiring terjadinya risiko glaukoma.

Untuk penanganan medis penyakit “pencuri penglihatan” ini dapat dilakukan mulai dengan pemberian obat tetes, obat minum, hingga prosedur pembedahan, laser atau kombinasi, yang semuanya ini bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata.

  1. November 18, 2009 at 1:16 am

    Galukoma mesti dapet perawatan khusus, ke dokter mata deh kalau ada gejala kayak gitu

  2. November 19, 2009 at 4:42 pm

    Iya…jangan ampe nganggep enteng penyakit ini bs2 danger😉

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: